SURFACTANT-POLYMER INJECTION PROCESS

1.     Injeksi air garam; untuk mengkondisikan tingkat salinitas fluida di reservoir dengan brine/surfactant injection pump ke injection well

2.     Injeksi surfactant; untuk memperoleh minyak dengan cara menurunkan tegangan antar muka antara minyak dengan air. Primary surfactant atau surfactant yang berasal dari sumur, dilarutkan dengan air pada surfactant mixing tank dan dipompakan dengan surfactant injection pump ke sumur injeksi

3.     Injeksi polymer; untuk menyapu minyak yang terlepas oleh surfactant. Dry polymer dicampur di dalam polymer mixing tank, ditransfer ke polymer tank dan dipompakan dengan polymer injection pump ke sumur injeksi

4.     Injeksi polymer dengan konsentrasi rendah; untuk mempersiapkan kondisi reservoir setelah diinjeksi dengan polymer kosentrasi tinggi


5.     Injeksi air; sebagai fluida penyapu dan pengarah pada tahapan akhir dari proses injeksi



Fasilitas  surfactant-polymer flooding terdiri dari:

a.     Surfactant mixing facilities terdiri dari brine/surfactant injection pump, surfactant mixing tank, container surfactant, dan brine container
b.     Polymer mixing unit terdiri dari polymer injection pump, polymer tank, transfer pump, polymer mixing tank, dan dry polymer

MINAS SURFACTANT-POLYMER FLOODING

Sejak 1952 produksi minyak Minas menggunakan primary technology. Pada tahun 1972 program injeksi air dimulai pada bagian barat lapangan untuk menjaga tekanan reservoir. Pada tahun 1970-1980, dilakukan program pengembangan sumur sisipan (infill wells). Tahun 1993 proyek Injeksi Air Berpola (Pattern Water Flood) tahap I dimulai. Tahun 1998, tahap I, II, dan III berhasil diselesaikan. Setelah menggunakan proses perolehan minyak secara primer dan sekunder (injeksi air) diperkirakan setengah dari kandungan minyak awal masih tertinggal di dalam perut bumi yang tentunya akan merupakan target untuk perolehan minyak dengan teknologi tersier.
Upaya untuk mencari teknologi yang tepat
Usaha untuk mengevaluasi teknologi perolehan minyak tersier yang cocok untuk penerapan di Minas telah berjalan sejak tahun 1990-an. Team terpadu mengkaji berbagai jenis teknologi peningkatan perolehan minyak (Enhanced Oil Recovery, EOR). Teknologi EOR yang paling efektif adalah injeksi bahan kimia dengan menggunakan sistem surfactant dan polymer. Penerapan injeksi surfactant-polymer tidak memerlukan modifikasi yang signifikan pada fasilitas saat ini dan membutuhkan sedikit konstruksi yaitu fasilitas untuk penyimpanan dan injeksi bahan kimia.
Implementasi teknologi
Uji coba lapangan berskala kecil yang dinamakan Uji Coba Lapangan Surfactant Minas (Minas Surfactant Field Trial, SFT) yang dilakukan  pada Mei 2000 sampai Februari 2002 di wilayah selatan lapangan Minas. Uji coba ini meliputi satu sistem sumur terbuka (unconfined pattern) dengan pola lima titik (5-spots pattern) yang mencakup wilayah seluas 1.7 hektar yang terdiri dari:
  • Satu sumur produksi (di tengah)
  • Empat sumur observasi
  • Lima sumur pengambilan sample
  • Dua sumur pengambilan core setelah injeksi 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SURFACTANT-POLYMER INJECTION PROCESS"

Post a Comment