PCP merupakan suatu metoda dari
artificial lift system yang sering digunakan untuk memompakan minyak ke
permukaan dengan memanfaatkan ulir dari pompa. Rangkaian pompa ulir PCP terdiri
dari dua bagian utama yaitu :
1. Rangkaian Dalam Sumur
(Subsurface Equipment)
Berikut adalah Subsurface Equipment dari PCP :
- Rotor
- Stator
- Gas Anchor
- Sucker Rods
2. Rangkaian Di Permukaan
(Surface Equipment)
Dan berikut ini juga Surface Equipment PCP
yaitu :
- Motor penggerak (Prime Mover)
- Roda gigi penggerak
- Alat penahan putaran balik dari pompa.
Stator dihubungkan dengan ujung bawah
tubing dan rotor dihubungkan dengan sucker rod sebagai bagian yang berputar di
dalam tubing. Rotor dimasukkan ke dalam stator. Apabila rotor berputar maka
kavitasi yang terbentuk dalam stator akan menghisap fluida dan selanjutnya
mendorongnya kepermukaan. Rangkaian permukaan PCP berfungsi sebagai penggerak.
Motor penggerak yang berputar akan memutar sucker rods dan rotor sehingga
proses pengangkatan terjadi.
Keuntungan Penggunaan PCP :
1. PCP hanya memerlukan daya
sebesar 30 % daya yang diperlukan oleh ESP untuk sumur yang sama.
2. Biaya perawatan sumur PCP
lebih murah. Karena pekerjaan ulang (service) cukup menggunakan crane yang
berkapasitas 15 ton untuk mengangkat peralatan bawah permukaan jika terjadi
kerusakan atau untuk penggantian. Sedangkan peralatan di permukaan kecil
kemungkinan untuk rusak.
3. Efisiensi pompa PCP dapat
mencapai 90 % dan kapasitas pemompaan tersebut dapat bervariasi dengan mengubah
kecepatan laju putaran pompa sesuai kemampuan produksi reservoar.
4. Laju aliran dari pompa PCP tersebut
tidak terpengaruh oleh tekanan pipa alir.
5. Dapat mengangkat fluida yang
berpasir.
6. Bagian penggerak utama PCP,
termasuk motor terdapat dipermukaan, sehingga kemungkinan rusak karena kondisi
sumur sangat kecil. Untuk perbaikan pada rangkaian ini, perangkat perawat sumur
tidak diperlukan.
7. Dapat melakukan sirkulasi
melalui pipa produksi setelah rotor diangkat keluar dari stator.
8. Jumlah suku cadang lebih
sedikit.
Kelemahan Penggunaan PCP :
1. Sumur produksi sebaiknya
vertical well
2. Kedalaman sumur maksimal 4000
ft
3. Kapasitas produksi maksimum
2000 BFPD.
4. Usia stator dapat mencapai 2
tahun.
5. Tidak dapat dipergunakan untuk
sumur yang aromatik dan mengandung H2S yang tinggi.
Proses Pemasangan PCP Sebagai
Berikut :
1. Sambungkan stator pada ujung
pipa produksi yang paling bawah, kemudian diturunkan sampai pada kedalaman
sumur yang dikehendaki. Apabila sumur mengandung gas, maka gas anchor dapat
dihubungkan pada ujung bawah stator. Setelah tubing terpasang dalam sumur dan
digantungkan pada tubing hanger (dengan menggunakan rig).
2. Pekerjaan selanjutnya adalah
memasukkan sucker rods kedalam sumur dengan menggunakan crane. Ujung terbawah
sucker rods disambungkan dengan rotor kemudian dimasukkan kedalam tubing sampai
rotor menyentuh pin penahan pada stator. Lenturan sucker rods harus
diperhatikan agar sucker rods tidak terkekuk didalam tubing. Untuk operasi yang
baik, maka setelah duduknya rotor pada pin penahan, sucker rod perlu diangkat
setinggi 1 ft
3. Langkah selanjutnya adalah
memasang rangkaian permukaan (motor penggerak dsb)
4. Pasang pulley yang berukuran
sesuai dengan kecepatan putar yang dikehendaki untuk mencapai laju produksi
yang diinginkan.
5. Setelah semuanya komplit, maka
pompa siap untuk dioperasikan.
Pemeliharaan Rangkaian Atas PCP :
1. Pemberian grease pada bahagian
tertentu dirangkaian permukaan seperti roda penggerak dan bagian-bagian lainnya
yang dianggap perlu.
2. Penambahan minyak pelumas pada
gear box.
3. Penyetelan seal O-ring pada
stuffing box agar tidak terjadi kebocoran dengan mengencangkan baut pada
stuffing box untuk memampatkan seal O-ring.
4. Menjaga agar V-belt tidak
kendor dan perlu penggantian secara berkala.
PCP Displacement
Q= D X 4E X P X RPM
Ket :
Q = PCP Displacement
D = Rotor Diameter
E = Pump Eccentricity
P = Stator Pitch Length
0 Response to "SUMUR SEMBUR BUATAN PROGRESSING CAVITY PUMP (PCP)"
Post a Comment