CASING

1. DASAR TEORI

1.1.            Fungsi Casing

Setelah suatu pemboran sumur minyak dan gas bumi mencapai kedalaman tertentu, maka kedalaman sumur tersebut perlu dipasang casing yang kemudian; disusul dengan proses penyemenan. Casing merupakan suatu pipa baja, yang berfungsi antara lain : mencegah gugurnya dinding sumur, menutup zona bertekanan abnormal, zona lost dan sebagainya. Tujuan utama dari pada perencanaan casing adalah mendapatkan rangkaian casing yang cukup kuat ; melindungi sumur, baik selama pemboran maupun produksi dengan biaya yang murah. Beberapa fungsi casing adalah sebagai berikut :

1.1.1    Mencegah Gugurnya Dinding Sumur

Pada lapisan batuan yang tidak terkonsolidasi dengan baik, maka saat pemboran menembus lapisan tersebut dapat menyebabkan terjadinya pembesaran pada lubang bor. Pembesaran pada lubang bor ini adalah akibat runtuhnya dinding sumur, lebih jauh apabila lapisan lunak ini berselang seling dengan lapisan keras maka akan memberikan efek pembelokan terhadap drill string.


1.1.2 Mencegah Terkontaminasinya Air Tanah Oleh Lumpur Pemboran.

Dalam suatu pemboran, untuk mengimbangi tekanan formasi yang dilalui gunakan lumpur pemboran dengan densitas tertentu. Lumpur pemboran ini akan tekanan hidrostatik yang lebih besar daripada tekanan formasi. akibatnya lumpur akan cenderung terperas keluar sekitar lubang bor. Pada proses dinding sumur akan terbentuk mud cake sedangkan filtrat lumpur akan masuk menembus formasi. Masuknya filtrat lumpur kedalam formasi dapat menyebabkan adanya air. Untuk mencegah terjadinya pencemaran pada air formasi, maka dari itu dipasang suatu casing.

1.1.3. Menutup Zona Bertekanan Abnormal Dan Zona Loss
Zona bertekanan abnormal adalah zona yang dapat menyebabkan terjadinya well kick, yaitu masuknya fluida formasi kedalam lubang bor. Terlebih apabila fluida ini berupa gas dan tidak segera ditanggulangi maka akan terjadi semburan liar (blow-out) yang sangat membahayakan. Sedangkan zona loss adalah zona dimana lumpur pemboran menghilang masuk ke formasi.

1.1.4. Membuat Diameter Sumur Tetap.
Sebagaimana disebutkan diatas, bahwa pada dinding sumur akan terbentuk mud cake. Tetapi ketebalan dari mud cake ini merupakan fungsi dari waktu dan permeabilitas dari batuan yang ditembus. Bila permeabilitasnya besar maka mud take semakin tebal. Dengan dipasangnya casing maka diameter sumur tetap, hal ini terutama akan bermanfaat apabila kita membutuhkan data volume annulus sacara tepat.


1.1.5. Mencegah Hubungan Langsung Antar Formasi.

Sebagai contoh apabila suatu sumur dapat menghasilkan minyak dan gas dari lapisan yang berbeda, dan dikehendaki untuk diproduksi bersama-sama, maka untuk memisahkan dua lapisan produktif tersebut perlu dipasang casing dan packer.


1.1.6. Tempat Kedudukan  BOP Dari Peralatan  Produksi.
Blow Out Preventer merupakan peralatan untuk mematikan sumur yang berada dalam kondisi kick. BOP ini diletakkan pada surface casing. Peralatan produksi yang dipasang pada casing misalnya pompa submarsible, christmas tree dan  lain-lain.
Dalam perencanaan casing terdiri dari tiga langkah dasar, yaitu menentukan tran dan panjang casing, menghitung tipe dan besar beban yang harus ditanggung oleh casing, grade dari casing yang sesuai dengan beban yang harus ditanggung


Perencanaan casing pada sumur minyak dan gas terbagi dalam beberapa jenis dan berhubungan dengan kedalaman. Semakin dalam suatu sumur akan semakin banyak susunan casing yang dipergunakan. Secara umum jenis casing berdasarkan kedalaman terdiri dari : conductor casing, surface casing, intermediate casing dan production casing.

1.2. Jenis Casing

1.2.1. Conductor Casing.

Pada umumnya casing ini berdiameter 16-30 inch dan dipasang pada kedalaman (90-150 ft). Khusus untuk Offshore dipasang dari platform hingga dasar laut untuk melindungi drill string dari air laut. Pada sumur onshore dipergunakan sebagai pelindung apabila tanah dekat permukaan tidak cukup kuat atau mudah gugur (lihat gambar 3.3).

1.2.2 Surface Casing.

Letak kedalaman pemasangan casing ini ditentukan oleh peraturan setempat yang menentukan pada kedalaman berapa casing itu harus dipasang. Casing ini disemen hingga permukaan. Adapun kegunaan dari surface casing adalah : melindungi lapisan air tawar dari fluida pemboran, pencegah semburan liar juga dipasang pada casing ini untuk mengontrol tekanan, sebagai landasan untuk pemasangan casing berikutnya (lihat gambar 3.3). 



1.2.3 Intermediate Casing.
Fungsi dari intermediate casing adalah menutup formasi yang dapat menimbulkan kesulitan selama operasi pemboran berlangsung, seperti sloughing shale, lost circulation, tekanan abnormal, kontaminasi lumpur dan sebagainya. Suatu sumur dapat mempunyai lebih dari satu intermediate casing, hal ini tergantung pada kondisi yang dihadapi ( lihat gambar 3.3).

1.2.4. Production Casing.
Casing ini juga disebut dengan oil string, Apabila dipasang sampai tepat diatas formasi produktif maka hal ini disebut openhole completion, sedangkan apabila dipasang sampai kedasar formasi produktif maka hal ini disebut perforated casing completion. Kegunaan production casing ini adalah : memisahkan lapisan yang mengandung minyak dari lapisan lainnya, melindungi alat-alat produksi .yang terdapat dibawah permukaan seperti pompa dan sebagainya (lihat gambar3.3).

1.2.5. Liner Casing

Liner casing pada pokoknya mempunyai fungsi yang sama dengan production casing, tetapi tidak dipasang hingga kepermukaan. Salah satu alasan mengapa dipergunakan liner casing adalah alasan biaya, karena lebih pendek maka harganya murah. Apabila pada akhir pemboran diperoleh ukuran lubang yang sangat kecil sementara itu sumur tidak terlalu dalam maka diperlukan ukuran casing dengan toleransi yang sangat kecil. Untuk persoalan semacam ini dapat dipergunakan liner casing.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "CASING"

Post a Comment