Rendahnya produksi sumur merupakan persoalan penting pada industry
perminyakan. Dalam hal ini sumur mempunyai reservoir yang masih mampu
berproduksi tetapi kecil. Maka cara yang termudah adalah merangsang produksi
(stimulasi) dengan acidizing maupun frackturing.Sedangkan untuk perbaikan
peralatan produksi yang rusak dan perubahan mekanisme dari sumur seperti
re-perforating, squeeze cementing, re-completion dan lain-lain diperlukan
pekerjaan workover.
Langkah pertama dalam melakukan analisa adalah menemukan penyebab
dari menurunnya produksi sumur tersebut. Data yang diperlukan bias didapat dari
pengujian produksi, pressure build up dan injectivity test. Persoalan utama
sumur adalah apabila laju produksi sumur lebih kecil daripada kemampuan
sebenarnya yang disebabkan oleh menurunnya tekanan reservoir, permeabilitas
yang kecil, atau viscositas yang tinggi.
Reservoir/Formation Problem
Reservoir/Formation problem disebabkan karakteristik sumur:
High Pressure Well
Sebelum melakukan
pekerjaan pada sumur bertekanan, tekanan tersebut harus dihilangkan (zero psi) pada
casing dan rangkaian tubing. Pekerjaan ini disebut killing well yaitu dengan
memompakan kill fluid kedalam sumur supaya tekanan hyidrostatic sama dengan
tekanan formasi (Ph=Pf).
Sandy well
Pasir yang keluar dari formasi dan terbawa oleh fluida yang
terproduksi disebut formation sand. Apabila tidak dikontrol dengaan baik, pasir
akan terhisap oleh pompa, mengendap diatas peralatan dasar sumur dan akan
mengakibatkan:
·
Pompa tersumbat (pump stuck)
·
Surface facilities tersumbat
·
Wash out
·
Untuk membuang pasir dari
dalam dalam sumur digunakan :
·
Sand Pump
·
Foam unit
·
Sirkulasi dengan air atau fluida yang
ber-viscositas tinggi
Untuk mengontrol pasir formasi tidak masuk ke dalam sumur dipasang
screen liner atau slotted liner. Permasalahan di saat memasukkan screen liner
adalah permukaan pasir dalam sumur.
Langkah yang harus dilakukan :
1. Cabut kembali liner
assembly
2.
Ulangi pekerjaan reaming
3.
Spot 80-90 SMF polymer
4.
Angkat underreamer sampai
casing shoe dan tunggu satu jam
5.
Turunkan underreamer bila permukaan
pasir naik, ulang pekerjaan reaming
6.
Spot work over fluid 74 pcf
7.
Cabut underreamer dan
masukkan liner assembly
Bila pasir masih fill
1.
Cabut liner assembly
2.
Siapkan wash down shoe
3.
Ukuran panjang stinger,liner
dan wash down shoe
4.
Masukkan liner assembly
dengan memakai wash down shoe,set cup paker tepat pada blank wash down shoe
atau bila memakai site wash down shoe, tubing polishnya harus benar-benar masuk
ke dalam seal bore dari wash down shoe,
sambungkan TBA ke setting nut
5.
Wash down liner sampai
kekedalaman yang di tentukan
6.
Angkat linr sekitar 1 feet
7.
Sirkulasi sampai bersih
dengan polymer bersih
8.
Pompakan sand slurry
sebanyak volume open hole, sampai tekanan pompa naik
9.
Cabut setting nut
10. Masukkan grafel pack tool
11. Lakukan grafel pack job
12. Run GPPT tool
13. Spot cement sebanyak volume wash down shoe
Pasir keluar sewaktu pengerjaan grafel pack
1.
Hentikan pemompaan pasir
2.
Sirkulasikan sumur dengan
shear polymer sampai bersih
3.
Reset GP tool
4.
Pompakan polymer sebanyak
1-1/2 volume rangkaian
5.
Lanjutkan pengerjaan gravel
pack
Suck
in well
Dalam melakukan pekerjaan sumur pada
suck in well sering di jumpai permasalahan lost circulation. Lost circulation
adalah hilang atau berkurangnya fluida yang dimasukkan kedalam formasi. Berkurangnya
fluida yang dimasukkan kedalam sumur antara satu barrel per jam sampai hilang
total yang mengakibatkan sumur tidak bisa diisi penuh.
Reservoir/Formation Problem ( disebabkan kesalahan manusia)
· Excessive Pumping Pressure
·
Workover Fluid
·
Pipe Tripping time
Penyebab Surface Problem
·
Pipe/down hole tools stuck
·
Well head atau Pipa Wash Out
·
Kick atau Blow Out
. Penyebab
trjadinya lost circulation
·
Tekanan yang dihasilkan
fluida yang dimasukkan kedalam sumur lebih besar dari tekan formasi
·
Porosity dan permeability cukup besar dilalui fluida
yang berbentuk sealing effect dari filter cake
Akibat dari lost circulation
·
Biaya operasi mahal (rig
time tinggi)
·
Formation damage (kerusakan formasi)
·
Well kick (formasi yang
berbeda)
Jenis lost circulation
·
Seepage loss yaitu fluida
yang masuk atau hilang ke formasi sekitar 1 sampai 20 bbls/jam
·
Partial loss yaitu fluida
yang masuk atau hilang ke formasi sekitar 20 sampai 50 bbls/jam
·
Servere loss yaitu fluida
yang masuk atau hilang ke formasi lebih dari 50 bbls/jam
·
Complete loss atau total
loss yaitu seluruh fluida yang dipompakan ke dalam sumur, masuk atau hilang
seluruhnya ke formasi.
Pencegahan lost circulation
1.
Workover fluid
·
Gunakan workover fluid
dengan density rendah
·
Gunakan work over fluid
dengan gel strength, yield point dan viscosity tinggi (polymer)
·
Gunakan fluida dengan fluid
loss rendah untuk mencegah timbulnya filter cake yang berlebihan
2.
Mengurangi surging effeck
· Putar rangkaian pipa sebelum
mengangkat/menurunkannya (untuk mencegah swabbing/surging effeck karena
workover lengket pada rangkaian)
·
Jaga kecepatan tripping
·
Analisa surging effeck
terutama pada pipa berdiameter besar
Prosedur mengerjakan
lost circulation well
1. Pompakan Lost Circulation Material
(LCM) seperti :
·
10 ppb fibre
·
10 ppb medium CaCO3
·
10 ppb fibre CaCO3
·
0.5 ppb HEC polymer
2. Jika fluid lost tinggi, pompakan LCM sampai 40-50ppb
3. Pompakn
LCM yang sesuai dengan kondisi lost
0 Response to "Well Problem Handling"
Post a Comment