Gamma Ray Log (GR Log)

GR log mencatat natural radioactivity formasi. Elemen tertentu mengeluarkan energi radioaktif dalam bentuk partikel sinar alpha, beta, dan gamma. Sinar alpha dan beta mempunyai daya radiasi relatif lemah sedangkan partikel sinar gamma mempunyai kemampuan menembus lebih kuat seperti sinar X. Semua batuan mengandung jejak mineral radioaktif yang terpancar dan dapat diukur. Peralatan GR log mengukur radioaktif yang dipancarkan oleh batuan tersebut.
GR Log terdiri dari dua tipe:
·         Standard Gamma Ray log, hanya berguna untuk pengukuran total radioactivity
·         Natural Gamma Ray Spectrometry (NGS) log berguna untuk pengukuran total dan kosentrasi radioaktivity yang dihasilkan uranium (U), thorium (Th) dan potasium (K) pada batuan formasi.
Shale dan clay memiliki respon sinar gamma yang relatif tinggi. Namun jika sebuah zona memiliki kandungan potasium tinggi, apabila dilakukan crosscheck dengan gamma ray log, maka kemungkinan besar zona tersebut bukan shale. Potasium memancarkan 1.46-MeV gamma ray, thorium 2.62 MeV gamma ray, sedangkan uranium 1.76 MeV gamma ray (lihat gambar 4.5).

Gamma ray dapat dioperasikan pada cased hole dan open hole. GR log biasanya diperbantukan bersamaan log lain seperti cement bond log dll.

Prinsip kerja gamma ray log
Sifat radio aktif alamiah dari formasi yang mengandung mineral akan memancarkan sinar radio aktif seperti potasium, thorium dan uranium bila berinteraksi dengan shale. Pada formasi yang sedikit mengandung shale dan clean formation defleksi dari GR log kecil, karena radio aktifitasnya sedikit. Formasi yang mengandung banyak shale (bed formation) defleksi GR log akan besar.
Pemakaian GR akan mengidentifikasi:
·         Lithology
·         Ketebalan zona
·         Jenis mineral

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gamma Ray Log (GR Log)"

Post a Comment