Resistivity suatu unsur
adalah ukuran besarnya tahanan. Well logging dengan mengukur tahanan batuan reservoir/formasi dan zat di dalam atau
di sekitar lubang bor terhadap arus listrik dinyatakan dalam hukum Ohm.
Air sebagai konduktor sedangkan
butir batuan dan hydrocarbon sebagai
isolator. Perubahan resistivity di
formasi berarti perubahan jenis lapisan batuan yang memberi indikasi adanya kandungan
air atau minyak.
Sebagian besar materi batuan
adalah non-konduktif ketika dalam keadaan kering. Kandungan air bersama dengan unsur lain di dalamnya akan
menentukan besarnya resistivity
formasi. Dari resistivity ini dapat
ditentukan property formasi yang lain
seperti porosity, permeability, dan saturasi, serta membantu untuk menentukan
komposisi dari formasi tersebut. Resistivity juga dipengaruhi oleh kenaikan temperatur dan
salinitas lumpur pemboran. Jika temperatur dan salinitas meningkat, maka resistivity akan turun.
Resisitivity log terdiri dari beberapa
jenis yang sesuai dengan kegunaannya masing–masing. Beberapa log untuk mengukur resistivity:
a. Hostile Dual Induction Log (HDIL)
HDIL
adalah wire line tool untuk open hole. Alat ini termasuk jenis electric log yang digunakan untuk
mengukur induksi formasi pada sumur yang bertemperatur dan bertekanan tinggi. Induction log adalah suatu metoda
pengukur formation conductivity yaitu
lawan dari formation resistivity. Conductivity log menggunakan medan
electromagnetic yang bergerak ke seluruh arah yang hasilnya akan
berinteraksi dengan formasi. Alat ini mampu melakukan tiga jenis pengukuran induction:
·
Short
normal; untuk menghitung flushed zone
induction
·
Medium
induction; cocok untuk menghitung kombinasi flushed zone resistivity dan invaded zone resistivity
·
Deep
induction; untuk menghitung resistivity formasi yang benar.
b. Induction Electrical Survey Log (IESL)
Fungsinya untuk menentukan tahanan formasi yang menggunakan transmitter coil berfrekwensi tinggi diteruskan
ke receiver coil sehingga terjadi medan magnet dan arus
induksi di dalam formasi. Arus induksi akan sebanding dengan koduktifitas
formasi karena yang diukur adalah resistivity
dan conductivity dari formasi. Alat
ini akan lebih efektif apabila digunakan di dalam lumpur pemboran yang tidak
mengandung garam seperti water base mud.
a. Dual Lateral Log (DLL)
Fungsinya
untuk menentukan tahanan formasi di daerah yang berisi mud filtrate. Prinsip kerjanya sama dengan IESL, perbedaannya hanya
pada pemantauan dari peralatan yang digunakan. Hasil log dianggap teliti
apabila tahanan air formasi terhadap
arus listrik jauh lebih kecil dari pada tahanan mud filtrate.
b. Micro Resistivity Log
Fungsinya
untuk menentukan tahanan formasi di daerah yang terisi mud filtrate. Prinsip kerjanya sama dengan IESL, tapi lebih sensitif.
c. Cased Hole Formation Resistivity (CHFR)
CHFR digunakan untuk pembacaan resistivity formasi
pada cased hole jika resistivity log pada open hole tidak tersedia. CHFR tidak terpengaruh oleh low porosity. Range
resistivity cement antara 1
sampai 10 ohm. Ketebalan cement dapat
diambil dari open hole log dan mutu cement dari USIT atau CBL-VDL. Dari test
lapangan, logging pada sumur yang
lama dan yang baru, tidak banyak perubahan yang penting, kecuali ketika logging pada 0.5 ohm resisitivity layer. CHFR direkomendasikan untuk digunakan pada sumur shut-in. Sebelum CHFR dimasukkan, casing harus di scrap. Kontak yang baik antara casing dengan injection
electrode sangat mempengaruhi kinerjanya. CHFR mempunyai garis
tengah 3-3/8 inch. Batasan minimum
ukuran casing adalah 4.5", maksimum
9-5/8 inch 40
lbs/feet, dengan suhu maksimum 300 0F. Resistivity range minimum 1 ohm dan maksimum tergantung
pada banyaknya siklus penggunaan dan kedalaman. Pembacaan resistivity akan dipengaruhi oleh kondisi casing seperti corrosion,
scaling, dan casing collar.
0 Response to "Resistivity Log"
Post a Comment