Revice liner, dan Penyebab Dilakukan Pekerjaan Revice Liner

Revice Liner: Suatu pekerjaan dalam perbaikan sumur produksi yang dilakukan oleh workover rig dengan maksud memperbesar diameter open hole dari 14” menjadi 16” dan penggantian pipe base screen dari 0.012” dengan 0.007” serta penggantian ukuran gravel sand dari 20-40 mesh.
A.    Penyebab utama dilakukan pekerjaa[‘P;n Revice liner adalah: Terjadinya kegagalan pada fungsi sand control (kebocoran screen liner) yang disebabkan oleh:
1.      Steam breakthroug dari salah satu layer/formasi.
2.      Mechanical damage sehingga pasir formasi atau gravel sand ikut terproduksi kestasiun pengumpul.
B.     Penyebab lain adalah:
1.      Gagalnya pekerjaan acidding untuk meremove scale yang menutupi screen liner dilayer produktive sehingga jumlah BFPD menurun drastis dari produksi rata-rata.
2.      Melakukan penambahan perforasi dilayer yang sama pada CHGP well dengan tujuan membuka by-pass oil.
Untuk pekerjaan/ job procedure:
1.      Move in rig ke lokasi yang telah diprioritaskan sesuai rig schedule
2.      R/U wover rig (lakukan hand over secara tertulis dengan pihak production stem sebelum melakukan pekerjaan rigging up)
3.      Killing well menggunakan air yang telah di filter dengan tambahan campuran KCL, sesuaikan dengan density/berat jenis yang sudah dihitung berdasarkan shut in pressure
4.      Cabut sucker rod, periksa dan catat ukuran serta nomor kondisi plunger
5.      N/U BOP, lakukan pengetesan dengan menggunakan pressure sampai 300 psi
6.      Cabut tubing pump, catat dan record ukuran serta nomor tubing pump
7.      Round trip  Casing Scraper sampai  5 ft diatas lead seal dengan tujuan agar pencabutan lead seal tidak mengalami hambatan
8.      Pancing dan cabut lead dengan menggunakan setting nut
9.      Washing over liner dengan menggunakan rangkaian wash pipe, drill collar dan drill pipe sampai bull plug sampai mensirkulasikan sampai bersih
10.  Pancing dan cabut TBA beserta screen liner,bisa mempergunakan: setting nut, spear, over shot atau taper tape
11.  Check dan catat kondisi liner yang dicabut dan beri tanda kalau ada kerusakan
12.  Round trip casing scraper saampai 5” diatas casing shoe untuk OHGP well dan saampai PBTD untuk CHGP agar pressure washer tidak mengalami hambatan untuk pencarian casing yang bocor
13.  Lakukan pengetesan production casing melalui annulus dengan menggunakan Arrow tension packer.
Jika terdapat kebocoran:
1.      Pastikan kondisi packer jika bagus lakukan pencarian kebocoran dengan menggunakan pressure washer. Catat dan laporkan letak kedalaman kebocoran production casing (ft), pumping rate (BPM) dan pumping pressure (PSI) agar pihak engineeringmenindak lanjuti dengan cara melakukan squeeze production casing yang bocor.
2.      Lakukan drill out sand sampai ke PBTD
3.      Lakukan pekerjaan reaming dengan menggunakan unde reamer sesuai dengan ukuran open hole yang diminta sampai PBTD, sirkulasi sampai bersih,spot polymer dengan viscosity/kekentalan yang ditentukan untuk menahan keruntuhan pasir.
4.      RIH rangkaian Screen liner baru dan Blanck casing baru sesuai dengan program yang tertulis. Set bull plug di PBTD yang diminta.
5.      Gravel pack dengan menggunakan ukuran pasir yang disesuaikan dengan ukuran screen liner yang dipasang.
6.      Lakukan pekerjaan Loging (GPPTatauCNL) untuk mengetahui kepadatan pasir gravel di luar rangkaian screen liner yang terpasang
7.      Set lead seal sesuai ukuran liner.
8.      RIH Tubing Pump + Sucker rod

9.      R/D rig, timbang terima well ke production team & POP the well.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Revice liner, dan Penyebab Dilakukan Pekerjaan Revice Liner"

Post a Comment