RIG PERFORMANCE

PRODUCTIVE HOURS
Productive hours adalah waktu yang digunakan/dipakai/dihabiskan RIG untuk beroperasi dengan normal termasuk HES/pre job meeting/ management visit, investigation, dan inspection.
RIG DOWN TIME/DELAY TIME
Down time adalah sejumlah waktu yang terbuang akibat kegagalan atau tertundanya pelaksanaan/kelanjutan baik saat pekerjaan sumur maupun  sewaktu perpindahan RIG karena alasan tertentu yang dapat atau tidak dapat diprediksi sebelumnya seperti waktu menunggu, melakukan perbaikan, pemeliharaan, kondisi alam, dan perubahan program sumur sehingga RIG tidak beroperasi.  
NON PRODUCTIVE HOURS
Non productive hours adalah waktu yang digunakan/dimanfaatkan ketika terjadi down time dengan melakukan aktifitas yang tidak berhubungan dengan program sumur, seperti membersihkan RIG beserta peralatannya.
CONTROLLABLE DOWN TIME
Controllable down time adalah waktu yang dihabiskan oleh RIG (penundaan operasi) untuk menunggu, yang dapat dikontrol atau dihindari dengan melakukan perencanaan kerja yang matang, seperti: 
·         Menunggu material/peralatan
·         Menunggu service company
·         Pemeliharaan rig dan peralatan yang dijadwalkan
·         Menunggu electrician, mechanic, well tester, moving equipment
·         Menunggu perintah/keputusan/program sumur
·         Perbaikan jalan/lokasi
Text Box: DOWN TIME CONTROLLABLE = Time arrival/completion time – Time requestedFormula controllable down time:
Catatan:
Time arrival/completion time    = Waktu kedatangan/selesai
Time requested                         = Waktu permintaan
UNCONTROLLABLE DOWN TIME
Uncontrollable down time adalah waktu yang dihabiskan oleh RIG (penundaan operasi) yang tidak dapat dikontrol atau dihindari karena tidak dapat direncanakan dari awal, seperti:
·         Menunggu tambahan material
·         Menunggu penggantian peralatan
·         Perbaikan rig atau peralatan
·         Perubahan program sumur
·         Faktor cuaca/alam (hujan, water tide/penyeberangan RIG atau peralatan melalui ferry)
·         Government/Migas dan CPI regulation
RIG REQUIREMENT/FORECASTED
Rig requirement adalah kebutuhan RIG dalam 1 (satu) tahun yang dihitung berdasarkan estimated rig days dibagi dengan 365 hari dalam unit RIG/tahun.
Text Box: RIG REQUIREMENT = (Estimate rig day : 365 hari) x 1 unit rig

Formula rig requirement
Contoh:
Apabila estimated rig days  1022 hari maka,
rig requirement  = (1022 hari : 365 hari) X 1 unit rig
= 2.8 unit rig atau 3 unit rig
Untuk kelebihan 0.2 unit rig akan di share dengan team lain atau dicarikan tambahan kerjanya.
RIG AVAILABILITY
Rig Availability adalah ketersediaan RIG didalam 1 (satu) bulan atau 1 (satu) tahun dibandingkan dengan rig requirement di dalam persen untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan sumur yang sudah di forecast kan. 100 % availability artinya ketersediaan RIG untuk beroperasi setiap saat Berkurangnya rig availability diakibatkan karena kinerja RIG atau bertambahnya rig days
RIG RELIABILITY
Rig reliability adalah tingkat kehandalan RIG yang secara dominan sangat dipengaruhi oleh kinerja RIG (pemeliharaan RIG/peralatan dan crew) dan RIG contractor  secara umum (management)
COMPENSATION RATE
Compensation rate adalah imbalan atau tarif yang diberikan kepada RIG sesuai dengan kondisi pada saat itu:
1.     Operating day rate/ODR (tarif kerja harian) mulai berlaku setelah perangkat kerja ulang (RIG) 100 % didirikan (traveling block diturunkan) sampai dengan RIG direbahkan dan sumur ditinggalkan dalam keadaan aman. Jasa yang dibayarkan adalah ODR/unit.
2.     Moving day rate (tarif pindah harian), berlaku sejak RIG mulai digerakkkan untuk perpindahan sampai dengan selesai ditegakkan. Tarif yang dibayarkan lebih kecil dari ODR. Contoh, 72 % X ODR
3.     Repair day rate (tarif memperbaiki harian), dibayarkan 50 % X ODR. Tarif ini hanya berlaku apabila jumlah maksimum waktu perbaikan tidak lebih dari 24 jam per bulan untuk 1 (satu) unit RIG. Apabila lebih dari 24 jam, tidak ada imbalan yang diberikan oleh perusahaan.
4.     Stand by day rate (tarif menunggu harian), terdiri dari stand by with crew (SBWC) dan stand by without crew (SBWOC). Imbalan untuk SBWC adalah sebesar 80 % X ODR sedangkan untuk SBWOC lebih kecil (tergantung kontrak)

Catatan:
Untuk memberlakukan SBWC atau SBWOC, RIG harus di shut down dan kepala sumur ditutup dengan aman. Untuk melakukan proses ini pemborong diberi kesempatan selama 2 jam untuk melakukannya (tergantung kontrak)
 
 





5.     Penalty charge (denda untuk kegagalan):
·         Tidak lengkapnya perkakas kerja ulang, pemborong harus membayar denda sebesar 0.5 % per hari dari harga perkakas yang tidak tersedia (0.5 %/day X Price)
·         Regu kerja yang tidak lengkap sehingga pekerjaan tidak dapat dilakukan, maka pemborong harus membayar denda kepada perusahaan sebesar 25 % dari tarif kerja harian (25 % X ODR) atau tergantung kontrak (no work no pay)
·         Perlengkapan keselamatan tidak lengkap maka pemborong harus membayar sejumlah denda sesuai dengan kontrak
6.     Force Majeure
Keadaan paksa, suatu kondisi di luar batas kekuasaan kedua belah pihak yang terikat di dalam kontrak (perusahaan dan pemborong) seperti bencana alam (banjir, gempa bumi) kebakaran, peperangan) yang menyebabkan pekerjaan tertunda. Apabila kondisi ini terjadi, pemborong harus melaporkannya secara tertulis kepada perusahaan selambat lambatnya 7 (tujuh) hari setelah kejadian.
7.     Appraisal
Perusahaan memberikan penilaian setiap 3 (tiga) bulan terhadap pemborong:
·         Mutu pelaksanaan pekerjaan sumur (ketelitian, berdaya guna, ketepatan, kehati hatian)
·         Kelengkapan peralatan/material, ketersediaan dan kondisi peralatan (dilokasi ataupun di shop sesuai dengan kontrak), siap untuk digunakan
·         Identitas atau logo perusahaan pada setiap barang termasuk kendaraan
·         Pemeliharaan perlengkapan termasuk peralatan yang yang disediakan oleh perusahaan
·         Keselamatan, seperti kondisi peralatan/kendaraan, program keselamatan, dokumen pendukung (sertifikat, SIM, permit)

·         Migas certification untuk crew rig, SIO

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "RIG PERFORMANCE"