Solution Gas Drive Reservoir
Reservoir jenis ini disebut solution gas drive disebabkan oleh karena
energi pendesak minyaknya adalah terutama dari perubahan fasa pada
hidrokarbon-hidrokarbon ringannya yang semula merupakan fasa cair menjadi gas.
Kemudian gas yang terbentuk ini ikut mendesak minyak ke sumur produksinya pada
saat penurunan tekanan reservoir karena produksi tersebut (Gambar 2.33).
Setelah sumur selesai
dibor menembus reservoir dan produksi minyak dimulai, maka akan terjadi suatu
penurunan tekanan di sekitar lubang bor. Penurunan tekanan ini akan menyebabkan
fluida mengalir dari reservoir menuju lubang bor melalui pori-pori batuan.
Penurunan tekanan disekitar sumur bor akan menimbulkan terjadinya fasa gas.
Pada saat awal, karena saturasi gas tersebut masih kecil (belum membentuk fasa
yang kontinyu), maka gas tersebut terperangkap pada ruang antar butiran
reservoirnya, tetapi setelah tekanan reservoir tersebut cukup kecil dan gas
sudah terbentuk banyak atau dapat bergerak maka gas tersebut turut serta
terproduksi ke permukaan (Gambar 2.34).
Pada awal produksi,
karena gas yang dibebaskan dari minyak masih terperangkap pada sela-sela pori
batuan, maka gas oil ratio produksi akan lebih kecil jika dibandingkan dengan
gas oil ratio reservoir. Gas oil ratio produksi akan bertambah besar bila gas pada saluran pori-pori
tersebut mulai bisa mengalir, hal ini terus-menerus berlangsung hingga tekanan
reservoir menjadi rendah. Bila tekanan telah cukup rendah maka gas oil ratio
akan menjadi berkurang sebab volume gas di dalam reservoir tinggal sedikit.
Dalam hal ini gas oil ratio dan gas oil produksi reservoirnya harganya hampir
sama reservoir jenis ini pada tahap teknik produksi primernya akan meninggalkan
residual oil yang cukup besar. Produksi air hampir-hampir tidak ada karena
reservoirnya terisolir, sehingga meskipun terdapat connate water tetapi
hampir-hampir tidak dapat terproduksi.
Gas Cap Drive Reservoir
Dalam beberapa tempat dimana terakumulasinya minyak bumi, kadang-kadang
pada kondisi reservoirnya komponen-komponen ringan dan menengah dari minyak
bumi tersebut membentuk suatu fasa gas. Gas bebas ini kemudian melepaskan diri
dari minyaknya dan menempati bagian atas dari reservoir itu membentuk suatu
tudung. Hal ini bisa merupakan suatu energi pendesak untuk mendorong minyak
bumi dari reservoir ke lubang sumur dan mengangkatnya ke permukaan.
Bila reservoir ini
dikelilingi suatu batuan yang merupakan perangkap, maka energi ilmiah yang
menggerakkan minyak ini berasal dari dua sumber, yaitu ekspansi gas cap dan
ekspansi gas yang terlarut lalu melepaskan diri.
Mekanisme yang terjadi
pada gas cap reservoir ini adalah minyak pertama kali diproduksikan, permukaan
antara minyak dan gas akan turun, gas cap akan berkembang ke bawah selama
produksi berlangsung. Untuk jenis reservoir ini, umumnya tekanan reservoir akan
lebih konstan jika dibandingkan dengan solution gas drive. Hal ini disebabkan
bila volume gas cap drive telah demikian besar, maka tekanan minyak akan jadi
berkurang dan gas yang terlarut dalam minyak akan melepaskan diri menuju ke gas
cap, dengan demikian minyak akan bertambah ringan, encer, dan mudah untuk
mengalir menuju lubang bor (Gambar 2.35).
Kenaikan gas oil ratio juga sejalan dengan pergerakan
permukaan ke bawah, air hampir-hampir tidak diproduksikan sama sekali. Karena
tekanan reservoir relatip kecil penurunannya, juga minyak berada di dalam
reservoirnya akan terus semakin ringan dan mengalir dengan baik, maka untuk
reservoir jenis ini akan mempunyai umur dan recovery sekitar 20 - 40 %, yang
lebih besar jika dibandingkan dengan jenis solution gas drive. Sehingga residu
oil yang masih tertinggal di dalam reservoir ketika lapangan ini ditutup adalah
lebih kecil jika dibandingkan dengan jenis solution gas drive
Water Drive Reservoir
Untuk reservoir jenis
water drive ini, energi pendesakan yang mendorong minyak untuk mengalir adalah
berasal dari air yang terperangkap bersama-sama dengan minyak pada batuan
reservoirnya.
Apabila dilihat dari
terbentuknya batuan reservoir water drive, maka air merupakan fluida pertama
yang menempati pori-pori reservoir. Tetapi dengan adanya migrasi minyak bumi
maka air yang berada disana tersingkir dan digantikan oleh minyak. Dengan
demikian karena volume minyak ini terbatas, maka bila dibandingkan dengan
volume air yang merupakan fluida pendesaknya akan jauh lebih kecil.
Gas oil ratio untuk
reservoir jenis ini relatip lebih konstan jika dibandingkan dengan reservoir
jenis lainnya. Hal ini disebabkan karena tekanan reservoir relatip akan konstan
karena dikontrol terus oleh pendesakan air yang hampir tidak mengalami
penurunan. Produksi air pada awal produksi sedikit, tetapi apabila permukaan air
telah mencapai lubang bor maka mulai mengalami kenaikan produksi yang semakin
lama semakin besar secara kontinyu sampai sumur tersebut ditinggalkan karena
produksi minyaknya tidak ekonomis lagi.
Untuk reservoir dengan
jenis pendesakan water drive maka bagian minyak yang terproduksi akan lebih
besar jika dibandingkan dengan jenis pendesakan lainnya, yaitu antara 35 - 75%
dari volume minyak yang ada. Sehingga minyak sisa (residual oil) yang masih
tertinggal didalam reservoir akan lebih sedikit.
Gravitational Segregation Drive Reservoir
Gravity drainage atau gravitational
segregation merupakan energi
pendorong minyak bumi yang berasal dari kecenderungan gas, minyak, dan air
membuat suatu keadaan yang sesuai dengan massa jenisnya (karena gaya
gravitasi).
Gravity drainage mempunyai peranan yang penting dalam memproduksi
minyak dari suatu reservoir. Sebagai contoh bila kondisinya cocok, maka recovery dari solution gas drive reservoir bisa ditingkatkan dengan adanya gravity drainage ini. Demikian pula
dengan reservoir-reservoir yang mempunyai energi pendorong lainnya.
Seandainya dalam
reservoir itu terdapat tudung gas primer (primary
gas cap) maka tudung gas ini akan mengembang sebagai proses gravity drainage tersebut.
Reservoir yang tidak
mempunyai tudung gas
primer segera akan
mengadakan penentuan tudung gas sekunder (secondary gas cap).
Pada awal dari reservoir
ini, gas oil ratio dari sumur-sumur
yang terletak pada struktur yang lebih tinggi akan cepat meningkat sehingga
diperlukan suatu program penutupan sumur-sumur tersebut. Diharapkan dengan
adanya program ini perolehannya minyaknya dapat mencapai maksimum.
Besarnya gravity drainage dipengaruhi oleh
gravity minyak, permeabilitas zona produktip, dan juga dari kemiringan dari
formasinya. Faktor-faktor kombinasi seperti misalnya, viskositas rendah,
specipic gravity rendah, mengalir pada atau sepanjang zona dengan permeabilitas
tinggi dengan kemiringan lapisan cukup curam, ini semuanya akan menyebabkan
perbesaran dalam pergerakan minyak dalam struktur lapisannya Dalam reservoir gravity drainage
perembesan airnya kecil atau hampir tidak ada produksi air. Laju penurunan
tekanan tergandung pada jumlah gas yang ada. Jika produksi semata-mata hanya
karena gas gravitasi, maka penurunan tekanan dengan berjalannya produksi akan
cepat. Hal ini disebabkan karena gas yang terbebaskan dari larutannya
terproduksi pada sumur struktur sehingga tekanan cepat akan habis.
Recovery yang mungkin
diperoleh dari jenis reservoir gravity drainage ini sangat bervariasi. Bila
gravity drainage baik, atau bila laju produksi dibatasi untuk mendapatkan
keuntungan maksimal dari gaya gravity drainage ini maka recovery yang didapat
akan tinggi. Pernah tercatat bahwa recovery dari gravity drainage ini melebihi
80% dari cadangan awal (IOIP). Pada reservoir dimana bekerja juga solution gas
drive ternyata recovery-nya menjadi lebih kecil .
Combination Drive Reservoir
Sebelumnya telah
dijelaskan bahwa reservoir minyak dapat dibagi dalam beberapa jenis sesuai
dengan jenis energi pendorongnya. Tidak jarang dalam keadaan sebenarnya
energi-energi pendorong ini bekerja bersamaan dan simultan. Bila demikian, maka
energi pendorong yang bekerja pada reservoir itu merupakan kombinasi beberapa
energi pendorong, sehingga dikenal dengan nama combination drive
reservoir. Kombinasi yang umum dijumpai adalah antara gas cap drive dengan water
drive. (Gambar 2.41).
Untuk reservoir minyak
jenis ini, maka gas yang terdapat pada gas cap akan mendesak kedalam formasi
minyak, demikian pula dengan air yang berada pada bagian bawah dari reservoir
tersebut. Pada saat produksi minyak tidak sempat berubah fasa menjadi gas sebab
tekanan reservoir masih cukup tinggi karena dikontrol oleh tekanan gas dari
atas dan air dari bawah. Dengan demikian peristiwa depletion untuk reservoir
jenis ini dikatakan tidak ada, sehingga minyak yang masih tersisa di dalam
reservoir semakin kecil karena recovery minyaknya tinggi dan effesiensi
produksinya lebih tinggi.
Gambar 2.42 merupakan salah satu contoh kelakuan dari
combination drive dengan water drive yang lemah dan tidak ada tudung gas pada
reservoirnya. Gas oil ratio yang konstan pada awal produksi dimungkinkan bahwa
tekanan reservoir masih di atas tekanan jenuh. Di bawah tekanan jenuh, gas akan
bebas.
0 Response to "Mekanisme Pendorong Reservoar"
Post a Comment