Porosity Log

Well logging digunakan untuk mendapatkan porositas batuan, tipe lapisan batuan dan membedakan fluida (minyak/gas) yang terkandung dalam formasi. Porosity log terdiri dari Formation Density Compensated Log (FDCL), Compensated Neutron Log (CNL) dan Bore Hole Compensated Sonic Log (BCSL).
a.     Formation Density Compensated Log (FDCL)

Log ini digunakan untuk mengetahui jenis batuan dari pengukuran berat jenis (density) atau formation bulk density. Bulk density adalah kombinasi dari density rata-rata matrik batuan, kuantitas lubang pori, dan fluida yang mengisi pori. Dengan mengetahui density rata-rata matrik batuan dan fluida yang mengisi pori, porosity dapat diketahui seperti kurva di bawah ini.
Batuan reservoir adalah batuan sediment yang terbagi dalam beberapa golongan yang dapat dilihat dari hasil FDCL:
·         Batuan sedimen klasik (sand stone)
·         Kimiawi (carbonet, limestone, dalomite)
·         Vulkanik (tufa)
·         Evaporate
Peralatan density logging diposisikan pada satu sisi lubang bor dengan menggunakan mekanisme spring untuk membuatnya tetap rapat dengan dinding formasi. Gamma ray memancarkan radiasi ke batuan pada jarak tertentu. Detector menangkap perubahan intensitas sinar gamma karena perubahan mud cake dan density formasi. Ada 2 buah counting rate detector yang dipakai pada sonde, yaitu Short Space (SS)  detector dan Long Space (LS) detector. Kurva density pada rekaman diukur dalam satuan gr/cm3. Kebanyakan peralatan density logging merekam secara bersamaan gamma ray, density, dan caliper log.
Density log digunakan untuk menentukan porosity formasi, density hidrokarbon, jenis batuan (shaly/sand) dan mendeteksi gas.
Prinsip kerja FDL
·         Alat logging yang mempunyai bahan radioaktif didekatkan dengan interval yang akan dievaluasi
·         Energy radioaktif ini dipancarkan ke dalam formasi dimana partikel electron radioaktif tersebut akan bertubrukkan dengan electron formasi dan dipantau oleh detector
·         Banyaknya electron yang bertubrukkan ini akan menjadi indikasi dari density formasi
·         Hasil FDL akan dicocokkan dengan table density batuan untuk menentukan jenisnya
Formation’s bulk density
·         Pure quartz up to 2.65 g/cm3
·         Coal 1.2-1.8 g/cm3
·         Halite 2.05 g/cm3
·         Limestone up to 2.75 g/cm3
·         Dolomite up to 2.87 g/cm3
·         Anhydrite 2.98 g/cm3
a.     Compensated Neutron Log (CNL)
Neutron log digunakan untuk mengukur porosity formasi. Jika sumber bahan radio active yang diletakkan pada sonde dioperasikan ke dalam lubang bor, maka radio active akan memancarkan partikel neutron ke formasi. Neutron akan bertumbukan dengan apa saja yang ada di formasi sehingga neutron kehilangan energi. Kehilangan energi yang paling besar terjadi jika neutron bertumbukan dengan inti hydrogen. CNL mencatat jumlah atom hydrogen yang mengisi formasi. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada gravel pack evaluation.

a.     Bore Hole Compensated Sonic Log (BCSL)
BCSL termasuk jenis acoustic log. Prinsip kerjanya untuk mengukur waktu yang diperlukan gelombang suara untuk merambat melalui batuan. Pulsa sonic yang dihasilkan generator menuju formasi, mencapai matrik dan pori batuan. Perbedaan jenis material yang dilewati akan memberikan efek kecepatan pantul sonic yang berbeda dan akan menentukan porosity batuan. Sonic log terdiri dari sound generator berikut dua buah receiver. Accoustic log digunakan untuk menentukan gas, oil dan water contact serta untuk korelasi dengan log lain. Jenis acoustic log yang lain adalah CBL.
CEMENT BOND EVALUATION
Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui kualitas melekatnya cement pada casing/formasi dan mengevaluasi panjang isolasi cement vertikal yang baik.
Untuk mengevaluasi cement digunakan:
  • Cement Bond Log (CBL)
  • Circumferential Acoustic Scanning Tool (CAST-V)
  • Ultra Sonic Imaging Tool (USIT)
a.     Cement Bond Log (CBL)
CBL terdiri dari acoustic transmitter (sumber bunyi) dan acoustic receiver. Transmitter membangkitkan pulsa suara yang merambat melalui casing arrival, formation arrival, dan fluid arrival sebelum mencapai receiver. Ketika mengevaluasi kualitas melekatnya cement, yang diperiksa adalah kualitas cement setebal satu inch pertama yang mengelilingi casing. CBL biasanya digabung dengan Gamma Ray (GR), Casing Collar Locator (CCL), dan Variable Density Log (VDL).
Prinsip kerja CBL
1.     Acoustic transmitter mengeluarkan suara melewati fluida yang ada di dalam lubang sumur menuju casing, cement dan formasi
2.     Gelombang suara ditangkap oleh signal receiver dan amplitudonya akan menunjukkan kwalitas ikatan dari cement
3.     Kalau amplitudonya rendah, berarti ikatan cement dengan casing atau formasi cukup bagus, begitu pula sebaliknya

Perhitungan signal
Jika pipa yang kosong diberi getaran suara maka pipa akan mengeluarkan amplitudo suara yang tinggi. Jika pipa dikelilingi dengan cement maka amplitudonya akan rendah. Jadi jika amplitudonya rendah, berarti ikatan cement dengan casing atau formasi bagus, dan jika tinggi maka ikatan cement tidak bagus seperti contoh gambar di bawah ini.

Quality control CBL
·         Pastikan CBL on-depth dengan mengkorelasikan pada mark log atau log sebelumnya
·         Free pipe amplitude harus sesuai dengan estimate free pipe amplitude  pada tabel di atas
·         Transit time harus sesuai dengan estimate transit time pada tabel
·         Bacaan amplitude harus sama antara main log dengan repeat section
Cara membaca VDL
Pembacaan Cement bond selain dari amplitude dapat juga ditentukan dari VDL yang digunakan untuk menentukan cement bond dari casing ke cement dan cement ke formasi.
·         Casing to cement, bacaan VDL di sebelah kiri agak kabur, putih untuk HLS log dan abu-abu untuk Schlumberger log).
·         Cement to formation, bacaan VDL di sebelah kanan tidak lurus, biasanya mengikuti pola gamma ray.

a.                     Circumferential Acoustic Scanning Tool Visualization (CAST-V)
CAST-V adalah alat ultrasonic produk Halliburton yang dapat menyediakan banyak informasi tentang sumur open hole dan case hole. Pada open hole, CAST-V menginformasikan kondisi lubang sumur dan mengevaluasi formasi secara tepat. Pada case hole, CAST-V dapat dilakukan untuk cement evaluation dan casing inspection secara bersamaan. Cast-V harus dilengkapi dengan centralizer ke dalam lubang bor yang berisikan fluida dan dapat mendeteksi lubang bor atau cement dengan 360 0 high-frequency acoustic transducer.
Cement evaluation
Cast-V adalah ultrasonic log yang dapat menggambarkan compressive strength dari material yang ada di belakang casing yang ditampilkan dalam 360 degree image sehingga dapat diketahui jika terjadi chanelling. Cast-V dapat juga memperlihatkan kelainan pada casing. Ultrasonic log ini digunakan jika hasil CBL tidak memenuhi cut-off good bonding yang disebabkan karena adanya micro annulus.
Skala Z plot berdasarkan warna:
·         1st block (red): 0 to 0.34 MRayls, indikasi gas
·         2nd block (light blue): 0.34 to 1.03 MRayls, indikasi fresh water
·         3rd block (medium blue): 1.03 to 2.06 MRayls, indikasi air atau drilling mud
·         4th block (light yellow): 2.06 to 2.41 MRayls, indikasi foamed cement, contaminated cement atau heavy mud
·         5th block (light brown): 2.41 to 3.44 MRayls, indikasi cement yang menghasilkan density dan compressive strength
·         6th block (dark brown): 3.44 to 4.47 MRayls, indikasi cement yang menghasilkan density dan compressive strength
·         7th block (black): 4.47 to 5.50 MRayls/lebih tinggi, indikasi high strength cement

Casing Inspection
Cast-V digunakan untuk memonitor adanya kebocoran, keretakan atau kerusakan pada casing dan tempat masuknya fluida formasi. CAST-V juga dapat mendeteksi scale yang dapat menghalangi fluida yang masuk ke dalam wellbore seperti gambar di bawah ini.

a.                     Ultra Sonic Imaging Tool (USIT)
USIT yang diproduksi Schlumberger sama fungsinya dengan Cast-V pada Halliburton. USIT adalah ultrasonic log yang dapat menggambarkan compressive strength dari material yang ada di belakang casing yang ditampilkan di dalam 360 degree image sehingga bisa diketahui jika ada chanelling di belakang casing. Ultrasonic log ini digunakan jika hasil CBL tidak memenuhi cut-off good bonding yang disebabkan karena adanya micro annulus.
Skala Z plot berdasarkan warna pada USIT:
  • 1st block (red): < 0.3  MRayls, indikasi gas
  • 2nd block (blue): 0.3 to 2.6  MRayls, indikasi liquid
  • 3rd block (brown to black): > 2.6 MRayls, indikasi cement

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Porosity Log"

Post a Comment