Perforating pada prinsipnya: melubangi casing, cement dan formasi,
sehingga fluid yang ada di reservoir bisa masuk kedalam well bore. Alat yang
dipergunakan disebut perforating gun.
Melihat dari kegunaannya perforating gun
dapat dibagi dua:
1.
Casing Gun, gun yang hanya bisa dimasukkan melalui casing
2.
Tubing Gun, gun yang bisa dimasukkan melalui
tubing, gun ini sering digunakan pada gas well dan oil well yang mempunyai
pressure tinggi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan
perforting:
1.
Tidak merusak dan mendapatkan
produktive zone
2.
Mendapatkan penetrasian sejauh
mungkin
3.
Membuat lubang yang bulat dan baik
(biasanya ½ “ diameter)
4.
Seminimum mungkin terjadi
kerusakan pada casing dan semen
5.
Mendapat maximum flow rate dangan
minimum jumlah lubang perforasi
Hal-hal yang
harus dilaksanakan sebelum dan sesudah perforating:
1.
Adakan tail gate meeting, buat SOP
dan JSA
2.
Jangan berdiri setentang dengan
perforator sewaktu penyambungan dipermukaan
3.
Radio harus dimatikan, karena bisa
menyebabkan electric cable yang panjang akan berfungsi sebagai antena yang bisa
menangkap signal tersebut akan berubah menjadi arus listrik dan meledakkan gun
sebelum waktunya
4.
Gunakan lubricator atau BOP
5.
Pasang papan peringatan disamping
jalan masuk lokasi (perforate sedang berlangsung, matikan radio dll)
Prosedur:
1.
R/U perforating truck, N/U BOP dan
lubricato
2.
Isi casing (well bore) dengan 2%
kcl water, juga pompa agar air tetap full diwell bore
3.
Sambung gun (lakukan pencegahan
keselamatan)
4.
RIH perforating gun to TD, record
casing collar posisi, set gun disetting depth
5.
Perforated
6.
Check gun kondisi, kembali lakukan
perforate jika ada yang tidak meledak
7.
R/D and move.
0 Response to "PERFORATION (PEMBUATAN LOBANG PERFORASI)"
Post a Comment