Peralatan
yang utama dari pompa sucker rod dapat dikelompokan berdasarkan letaknya, yaitu
peralatan di atas permukaan dan di bawah permukaan.
A. Peralatan di Atas Permukaan
Gambar 3.47 menunjukkan peralatan
pompa sucker rod di atas permukaan. Mesin penggerak (prime mover ) merupakan
sumber tenaga penggerak utama dari seluruh rangkaian unit peralatan pompa, baik
peralatan di atas permukaan maupun peralatan di dalam sumur. Fungsi utama peralatan
pompa sucker rod di atas permukaan adalah:
-
Memindahkan energi atau tenaga dari prime mover ke
unit peralatan pompa di dalam sumur.
-
Mengubah gerak berputar dari prime mover menjadi suatu
gerak bolak-balik naik turun.
-
Mengubah kecepatan putar prime mover menjadi suatu
langkah pemompaan (stroke/menit, SPM) yang sesuai atau yang diinginkan.
Komponen-komponen
peralatan sucker rod di atas permukaan dan fungsinya adalah sebagai berikut :
a.
Stuffing box
Dipasang di
atas kepala sumur (casing/tubing head) untuk mencegah atau menahan minyak agar
tidak ikut keluar bersama dengan naik turunnya polished rod. Dengan demikian
seluruh minyak hasil pemompaan akan mengalir ke flow line lewat cross tree. Disamping
itu juga berfungsi sebagai tempat kedudukan polished rod sehingga polished rod
dapat bergerak naik turun tegak lurus dengan leluasa.
b.
Polished rod
Merupakan
bagian dari tangki atau string pompa yang terletak paling atas. Fungsinya
adalah untuk menghubungkan antara rangkaian sucker rod dengan
peralatan-peralatan di atas permukaan.
c.
Carrier bar
Merupakan
alat yang berfungsi sebagai penyangga polished rod clamp, dan pada carrier bar
ini dikaitkan dengan wire line hanger yang selanjutnya dihubungkan dengan horse
head.
d.
Polished rod clamp
Komponen
yang terletak di atas carrier bar yang berfungsi untuk mengeraskan kaitan
polished rod dengan komponen-komponen di atasnya agar tidak dapat lepas selama
operasi pemompaan minyak berlangsung.
e.
Briddle
Merupakan
nama lain dari wire line hanger, yaitu merupakan sepasang kabel baja yang
dihubungkan pada carrier bar, dengan demikian carrier bar bergantung pada
briddle dan briddle ini kemudian dihubungkan dengan horse head.
f.
Horse head
Fungsinya
meneruskan gesekan dari walking beam ke unit pompa di dalam sumur melalui
briddle, polished rod dan sucker rod string atau merupakan kepala dari walking
beam yang menyerupai bentuk kepala kuda.
g.
Walking beam
Merupakan
tangkai horisontal di belakang horse head.
Walking
beam berfungsi untuk :
-
mengubah gerak berputar dari prime mover menjadi gerak
naik turun
-
meneruskan energi prime mover ke rangkaian pompa di
dalam sumur melalui polished rod dan sucker rod string.
h.
Pitman
Merupakan
sepasang tangkai yang menghubungkan antara crank pada pitman bearing dengan
ujung belakang dari walking beam pada tail bearing. Fungsinya mengubah dan
meneruskan gerak berputar menjadi gerak bolak-balik naik turun dan pitman ini
akan menggerakkan walking beam.
i.
Crank
Merupakan
sepasang tangkai yang menghubungkan crank shaft pada gear reducer dengan
counter balance. Pada crank ini terdapat lubang-lubang tempat kedudukan pada
pitman bearing dan ujung bawah dari pitman. Besar kecilnya langkah atau stroke
pemompaan yang diinginkan dapat diatur dari sini dengan mengubah-ubah letak
ujung bawah pitman, bila mendekatkan atau ke arah counter balance maupun
menjauhi counter balance. Apabila kedudukan ujung bawah pitman digeser ke
posisi lubang mendekati counter balance, maka langkah pemompaan menjadi
bertambah besar, demikian pula sebaliknya apabila menjauhi counter balance
yaitu ke arah crank shaft maka langkah pemompaan menjadi kecil.
j.
Gear reducer
Merupakan
transmisi yang berfungsi untuk mengubah kecepatan putar dari prime mover. Gerak
putaran dari prime mover diteruskan ke gear reducer dengan menggunakan belt.
k.
Crank shaft
Merupakan
poros dari crank. Gerakan berputar yang telah diperlambat oleh gear reducer
akan menggerakkan crank shaft dan crank.
l.
Counter balance
Adalah
sepasang pemberat yang berfungsi untuk :
-
Mengubah gerakan berputar dari prime mover menjadi
gerakan bolak-balik naik turun.
-
Menyimpan tenaga prime mover pada saat down-stroke
atau pada saat counter balance menuju ke atas yaitu pada saat kebutuhan tenaga
kecil atau minimum.
-
Membantu tenaga prime mover pada saat up-stroke atau
saat counter balance bergerak ke bawah, sebesar tenaga potensialnya, karena
kerja prime mover terbesar yang dibutuhkan adalah pada saat up-stroke, dimana
minyak ikut terangkat ke atas atau ke permukaan.
m.
Sampson post
Merupakan
kaki-kaki penyangga atau penompang walking beam.
n.
Saddle bearing
Adalah
tempat kedudukan dari walking beam pada sampson post bagian atas.
o.
Equalizer
Adalah
bagian atas dari pitman yang dapat bergerak secara leluasa menurut kebutuhan
pada saat operasi pemompaan minyak berlangsung.
p.
Brake
Berfungsi
untuk mengerem gerakan pompa jika dibutuhkan, misalnya pada saat dilakukan
reparasi sumur atau unit pompanya sendiri.
B. Peralatan di Bawah Permukaan
Seperti telah dijelaskan bahwa,
fungsi pompa adalah untuk menaikkan fluida dari formasi ke dalam tubing dan
mengangkatnya ke permukaan. Untuk maksud tersebut suatu pompa harus terdiri
empat komponen utama, yaitu:
a.
Working barrel
Merupakan
tempat dimana plunger dapat bergerak naik turun sesuai dengan langkah pemompaan
dan menampung minyak yang terhisap oleh plunger pada saat bergerak ke atas.
b.
Plunger
Merupakan
bagian dari pompa yang terdapat di dalam barrel yang dapat bergerak naik turun.
Plunger ini berfungsi sebagai penghisap minyak dari formasi masuk ke dalam
barrel dan mengangkat minyak yang telah terakumulasi dalam barrel ke permukaan
melalui tubing.
c.
Standing valve
Merupakan
suatu komponen katup yang terdapat di bagian bawah dari working barrel yang
berfungsi untuk mengalirkan minyak dari formasi masuk ke working barrel dan hal
ini terjadi pada saat plunger bergerak ke atas, kemudian standing valve
membuka. Disamping itu untuk menahan minyak agar tidak dapat keluar dari
working barrel pada saat plunger bergerak ke bawah. Standing valve terdiri dari
sebuah bola besi dan tempat dudukannya. Standing valve memiliki peran yang
sangat penting dalam sistem pemompaan, karena efisiensi volumetris pompa sangat
tergantung pada cara kerja dan bentuk dari ball dan seat-nya.
d.
Travelling valve
Travelling
valve terdiri dari ball dan seat yang terletak pada bagian bawah dari plunger
dan akan ikut bergerak ke atas dan ke bawah mengikuti gerakan dari gerak
plunger-nya. Travelling valve ini berfungsi untuk mengalirkan minyak dari
working barrel masuk menuju plunger, hal seperti ini terjadi pada saat plunger bergerak
ke bawah. Selain itu akan menahan keluarnya minyak dari plunger pada saat
plunger bergerak ke atas (up-stroke) sehingga minyak tersebut dapat diangkat ke
tubing yang seterusnya ke permukaan.
e.
Gas anchor
Komponen
ini dipasang pada bagian bawah pompa, fungsinya adalah memisahkan gas dari
minyak agar gas tersebut tidak ikut masuk ke dalam pompa bersama-sama dengan
minyak, karena dengan adanya gas akan mengurangi efisiensi pompa.
f.
Tangki pompa
Tangki
pompa atau sucker rod string terdiri dari :
-
Sucker rod
Merupakan
bagian dari unit pompa yang sangat penting, karena merupakan penghubung antara
plunger dengan peralatan-peralatan penggerak yang ada di permukaan. Sedangkan
fungsinya adalah melanjutkan gerak lurus naik turun dari horse head ke plunger
pompa. Umumnya panjang satu single dari sucker rod yang sering digunakan
berkisar antara 25 sampai 30 ft, dan untuk menghubungkan antara dua buah sucker
rod digunakan sucker rod coupling.
-
Pony rod
Merupakan
sucker rod yang mempunyai ukuran panjang lebih pendek dari pada sucker rod-nya
sendiri. Fungsinya untuk melengkapi panjang dari sucker rod apabila sucker rod
tidak mencapai target yang dituju. Umumnya memiliki ukuran panjang 2, 4, 6, 8,
10, dan 12 ft.
-
Polished rod
Adalah
tangkai yang menghubungkan sucker rod string dalam carrier (wire line hanger
pada horse head) yang naik turun di dalam stuffing box.
Pada saat up-stroke (langkah pompa
ke atas) fluida membebani plunger yang menyebabkan travelling valve tertutup
dan fluida akan mendorong dari tubing ke permukaan. Gerakan plunger ini
menyebabkan penurunan tekanan di atas standing valve, maka standing valve
terbuka dan fluida dari formasi masuk ke dalam pompa.
Pada
saat down-stroke (langkah pompa ke bawah), plunger akan turun dan pada saat ini
travelling valve akan terbuka dan standing valve akan tertutup sehingga fluida
akan bergerak dari plunger ke dalam tubing.
0 Response to "Peralatan Pompa Sucker Rod"
Post a Comment